Posted by: nsrupidara | May 26, 2009

Jangan tertipu penampilan: Belajar dari kasus Susan Boyle

Banyak kasus menunjukkan kepada kita bahwa seringkali kita manusia terjebak pada penampilan, penampilan luar atau penampilan fisik khususnya. Cerita imaginatif (bukan cerita sesungguhnya) tentang berdirinya Universitas Stanford memberi penegasan terhadap kelalaian manusia dalam memahami sesuatu esensi, karena jebakan penampilan. Well, itu manusiawi, tetapi peringatan-peringatan seperti cerita Stanford tadi mestinya membuat kita lebih waspada.

Kali ini, kita disuguhi lagi dengan hal serupa, jebakan penampilan. Ini terjadi pada sebuah kontes yang bertajuk “British Got Talent 2009” ( http://www.youtube.com/watch?v=9lp0IWv8QZY). Seorang wanita paruh baya (katanya sendiri ia berusia 47) dari desa di Scotland memberanikan diri mengikuti kontes itu. Ia jauh dari cantik dan menarik dari penampilan lahiriahnya. Dan, ketika ditanya apa mimpinya dan dijawabnya ia mau menjadi seorang penyanyi profesional dan membayangkan figur Elaine Paige di dalam benaknya, semua terkesan mencibir. Bagaimana mungkin wanita tua, tidak cantik, orang desa mau sehebat itu? Mungkin begitu pikir audiens dan juga juri kontes itu.

Namun… ya namun ketika ia mulai bernyanyi dan menunjukkan bahwa ya she is incredibly talented, mata membelalak tidak percaya. Cibiran berubah kekaguman, tepuk tangan dan siulan mengapresiasi. Sikap sinis menjadi pujian. Akhirnya, sebuah standing ovation dan ya ia memang layak mendapatkan pujian itu. Bukan saja pujian atas talentanya, tetapi lebih dari itu segala pujian untuk ketenangan, kepercayaan diri, dan kemauan untuk mematahkan asumsi-asumsi salah yang suka dibuat manusia ketika menilai sesamanya hanya dari sudut penampilan.

Susan Boyle, demikian namanya. Ia kini adalah salah satu sumber inspirasi untuk melawan prasangka, prejudice, atau penilaian menyesatkan manusia atas manusia lain. Well, ia memang orang biasa-biasa, walau punya talenta. Pada akhirnya keikutsertaannya dalam kontes itu bukan lagi sudah menunjukkan sekedar talenta dan perncarian nama atau popularitas semata. Namun, ia kini sudah menjadi sebuah icon penting dalam sejarah manusia tentang bagaimana harusnya kita menilai sesama, sama seperti cerita imaginatif tentang Stanford yang justru lebih membekas daripada cerita sesungguhya. Ia sudah membelajarkan kepada kita betapa mudahnya manusia tertipu penampilan luar, daripada apa yang sesungguhnya nyata dan esensial.

Terima kasih Susan Boyle untuk contoh luar biasa yang sudah Anda lakukan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: