Posted by: nsrupidara | November 14, 2008

Hari Kedua dan Ketiga di Turku dan Pulang Sydney

28 Agustus adalah hari kedua konferensi-ku di Turku. Di hari ini presentasi-presentasi paper dimulai. Namun giliranku presentasi jatuh pada hari ketiga.

Acara hari ini dibuka dengan keynote speech kedua oleh Prof. Jaap Paauwe. Ada baik untuksedikit mengenal orang ini. Jaap Paauwe adalah Ketua Departemen SDM di Universitas Tilburg di Belanda. Tadinya dia bermarkas di Erasmus Rotterdam Institute of Management (ERIM). Dari pembicaraan singkat denganya, tampaknya dia menerima jabatannya di Tilburg karena tantangan untuk memajukan departemen tersebut. Ia mengisahkan bahwa tadinya departemen itu mengalami kondisi yang cukup sulit secara finansial, sepertinya untuk membiayai riset-riset. Namun, kini ia dan teman-temannya malah ‘kesulitan’ untuk menghabiskan dana yang masuk. Ini menunjukkan kapabilitas dan jejaring yang kuat dimiliki oleh Jaap sehingga kehadirannya di Tilburg bisa menyedot dana dari berbagai projek penelitian yang didanai oleh berbagai sumber, di samping tentu saja kemampuan untuk memunculkan pengetahuan-pengetahuan baru dari hasil-hasil penelitian, termasuk rekomendasi kepada pihak berkepentingan. Saya pribadi mengenal Jaap, melalui artikel-artikelnya, belum terlalu lama, yakni ketika menggumuli projek riset yang sedang saya jalani di Macquarie. Itu sekitar 3 tahun lalu, walau makin memahaminya sekitar 1 tahun belakangan ketika minat penelitian saya dan Jaap beririsan khususnya di wilayah strategic HRM serta pemanfaatan Institutional theory. Perjumpaan dan perkenalan secara pribadi dengannya karena itu merupakan suatu keuntungan dan kebanggaan.

Presentasi Jaap mengangkat hasil-hasil penelitian dan pergumulan akademiknya selama ini yakni menyangkut teorisasi HRM dan relasinya dengan kinerja perusahaan. Ia menulis sebuah buku tentang itu dan diberinya judul, HRM and Performance: Achieving Long-term Viability. Ia mengungkapkan bahwa ada fase dalam kajian relasi MSDM – Kinerja yang disebutnya sebagai naive, alias tidak disertai dasar argumentasi dan bukti empiris yang kuat. Namun, perkembangan pandangan yang demikian di dunia empiris bergerak sangat cepat. Hal ini tidak lepas dari ‘kerjaannya’ para konsultan: tanpa dasar ilmiah yang cukup sudah berani menjual, kira-kira begitulah. Pandangan ini membenarkan klaim John Mickletwait dan Adrian Wooldridge dalam buku mereka The Witch Doctors yang menunjukkan terjadi ‘ledakan’ dalam industri pengetahuan manajemen. Konsep-konsep dan model-model manajemen seperti barang dagangan di pasar ikan. Meriah, tetapi tanpa landasan-landasan yang kuat sehingga mudah gagal, mudah berlalu. Sejumlah akademisi lain juga mengritisi gejala fads and fashion di dunia manajemen ini.

Paauwe sendiri, dari berbagai studinya, kemudian membangun sebuah model relasi MSDM – Kinerja dengan menempatkan relasi itu dalam konteks. Model yang terus disempurnakannya itu, paling tidak penting bagi saya karena ia mengonfirmasi beberapa pendekatan/pandangan teoritis yang saya adopsi dan sedang kembangkan dalam penelitian saya. Betapa menyenangkan!

Setelah sesi presentasi Jaap, forum konferensi dipecah menjadi 3 tracks. Presentasi saya ada di jalur 1, tetapi saya tidak selalu memilih track 1 dalam menghadiri presentasi-presentasi teman-teman lain. Saya memilih topik-topik yang saya minati karena ingin mengetahui perkembangan pemikiran yang relevan dengan minat penelitian saya. Satu di antara presentasi di hari ini yang saya sukai adalah papernya Jaap dan Elaine Farndale menyangkut strategi HRM di perusahaan multinational, dilihat dari perspektif headquarter. Mereka melakukan studi kasus pada kurang lebih 16 MNCs terkemuka. Hmm… saya membayangkan betapa mantapnya bisa melakukan riset-riset raksasa seperti itu. Raksasa karena gagasannya terdepan, raksasa karena dilakukan pada the giants yang menjadi frontiers dalam dunia manajemen, raksasa karena cakupannya, termasuk juga menarik dana besar. Bukan apa-apa, kecukupan dana adalah salah satu prasyarat hidup sustainablenya sebuah pusat riset.

Paauwe dan Farndale menyajikan 2 papers dalam call for papers ini. Jadi, kalau ditambah keynote speech-nya, jadi 3 dong. Teman sebidang lainnya, Adam Smale dari Universitas Vaasa, Finlandia, malah memasukkan 3 papers. Luar biasa orang-orang ini. Ini baru satu konferensi, kalau setahun bisa ikut paling tidak 2 konferensi dan polanya seperti itu, bisa 5-6 papers setahun. Ingat, itu baru konferensi. Kalau ditambah lagi dengan yang masuk jurnal? Tambah lagi kalau menyajikan dalam seminar? Tambah lagi kalau menyampaikan kuliah tamu di universitas lain? Weleh-weleh. Wong, selepas konferensi di Turku mereka juga sudah membidik konferensi tahun depan. Paauwe bilang mau datang ke Sydney untuk World Congress of IIRA. Smale bilang mau ikuti International HRM Conference di Santa Fe, AS. Bahkan, selama mengikuti konferensi di Turku, saya beberapa kali melihat Smale mengadakan diskusi alias rapat dengan Bjorkman (Hanken) dan juga Jenny Sumelius (Vaasa). Mereka sedang terlibat satu projek riset di China. Artinya, sebentar lagi akan keluar artikel mereka, entah di konferensi atau jurnal. O ya, satu dari paper Smale (bersama Bjorkan dan Sumelius) adalah dari projek itu. Salut deh untuk kawan-kawan ini!

Saya sendiri ya sedang membangun kultur yang demikian. Ini untungnya mengambil PhD di Macquarie atau di luar negeri. Karena tesis saya mengambil format thesis by publication, maka muara projek riset saya adalah publikasi-publikasi. Karena itu, di samping paper dan konferensi di Turku ini, saya sudah harus memikirkan paper dan konferensi yang lain. Syukur juga, saya kini sudah memiliki tambahan tabungan, abstrak saya ke World Congress IIRA sudah diterima. Artinya, tinggal serahkan full paper dan hadiri Kongres terbesar di bidang Industrial Relations (dan HRM) tahun 2009.  Ada keinginan untuk hadiri IHRM conference di Santa Fe dan sedang berjuang untuk itu. Kalau kesampaian, maka perjalanan saya di dunianya para akademisi internasional ini mulai mendapat bentuk. Mudah2an itu jadi kultur, alias mendarah daging atau terus dikerjakan selepas masa program PhD.

Ups, kembali ke laptop.

Prinsipnya hari kedua berjalan baik. Konferensi berakhir jam 5 sore dan saya kembali pulang dengan berjalan kaki bersama beberapa tema. Malam itu, teman-teman menghadiri acara makan malam yang diorganisir panitia. Saya tidak ikut. Maklum pendanaan kongres saya tidak termasuk acara makan malam tambahan itu, padahal harus tambah 60 Euro. Jadi, saya cukup makan malam di Hesburger lagi, murah meriah. Mestinya kalau hadiri makan malam bisa membangun relasi dengan kawan-kawan dengan lebih baik. Namun, saya melakukan itu selama konferensi berlangsung jadi tidak masalah.

Hari ketiga dimulai dengan presentasi Prof. Ingmar Bjorkman dari Hanken Business School, Swedish School of Economics, Helsinki, Finland. Bjorkman memresentasikan paper berbasis penelitian dia dan timnya (Adam Smale dan Jeni Sumelius) di China. Selanjutnya kami masuk ke presentasi dalam tracks, di mana saya akan memresentasikan di sesi kedua, bersama seorang teman dari Siprus yang sekolah di Manchester dan sepasang suami istri dari Inggris.

Presentasi saya dihadiri oleh 3 orang yang saya harapkan memang hadir untuk memberi feedback. Mereka adalah Jaap, Ingmar, dan Adam. Jaap tadinya mengikuti presentasi di track lain, tetapi dia kemudian datang sebelum presentasi saya. Pas, pikir saya. Dan, memang mereka adalah tiga orang yang bertanya dan mengomentari presentasiku. Jaap memberi apresiasi atas pemaparan gagasan penelitian yang jelas dan menanyakan apakah saya sudah memertimbangkan merujuk karya Christine Oliver, misalnya. Bjorkman juga memberi apresiasi, menilai penelitian ini berpotensi berkontribusi pada aspek metodologi karena menganalisis mekanisme pengaruh institusi dengan melakukan observasi pertukaran gagasan-gagasan pada media  internet (mailing lists). Bjorkman juga menyarankan untuk mereview karya Maria Arias dan Mauro Guilen (sudah saya cari-cari, tapi tidak ketemu). Smale menanyakan seputar proses wawancara melalui email dan menilai ini sesuatu yang baru, walaupun perlu hati-hati. Senang juga mendapat endorsement dan tanggapan kritis. Pasca presentasi saya sempat berbicara lagi dengan mereka bertiga dan mendapat beberapa masukan. Paling tidak, ini akan memudahkan kontak-kontak di kemudian hari.

Konferensi berakhir sekitar jam 4 sore. Penghargaan bagi paper terbaik diberikan pada teman dari Spanyol, dari Bulgaria, dan dari Afrika Selatan. Kriteria terutama adalah mengaitkan dengan tema konferensi (HRM and sustainability) dan paper saya tidak sama sekali menyinggung hal tersebut secara langsung. Sebelum pulang saya sempat mampir ke ruangan kerja Narendra Reddy di TSE. Kami janjian untuk makan malam bersama, nanti dia akan samperin ke hotel. Sekali lagi, saya pulang dengan berjalan kaki, walau kini sendiri. Di jalan ketemu teman dari Yunani, seorang ibu yang mengajar di American University di Athena. Dia maunya pergi melihat Turku Castle tetapi karena tidak tahu naik bis yang mana, akhirnya putuskan pulang dulu ke hotel dan dia ikut jalan kaki bersama saya. Kami ngobrol seputar kehidupan umum di Finlandia, Yunani, serta juga tentang pengalaman dia mengikuti Kongres IIRA mengingat tahun 2009 akan diselenggarakan IIRA World Congress di Sydney.

Sesampai di hotel saya langsung mandi, setelah itu nonton tv sebentar sambil nunggu Narendra. Dia datang sekitar jam 6 dan kami putuskan untuk mencari makanan India. Kami melewati kanal, sempat mengambil foto di jembatan penyeberangan. Kami mendaki bukit untuk potong jalan, sambil lihat pemandangan. Saya sih ikut saja karena Narendra lebih paham jalannya. Makan malamnya lumayan oke dan tidak mahal. Sehabis itu kami berpisah, saya pulang ke hotel.

Di Jembatan Lintas Kanal Kota Turku

Di Jembatan Lintas Kanal Kota Turku

Besoknya, sabtu, saya bangun agak telat dibanding biasanya. Maklum capek dan karena tidak ada lagi kegiatan konferensi. Selepas mandi, saya turun sarapan di restoran hotel. Saya ketemu dua teman dari Portugal dan berbicara sebentar sambil ucapkan selamat jalan. Setelah itu, saya sempatkan jalan-jalan melintasi pinggir kanal Turku terus sampai ke Pelabuhan Turku dan Castle. Setelah itu, kembali berjalan pulang lalu bereskan semua barang dan siap-siap berangkat ke airport. Masih ada waktu dan saya pakai untuk pergi ke supermarket dan beli coklat dan permen khas Finland untuk oleh-oleh buat anak dan istri di Sydney.

Castle of Turku

Castle of Turku

Jam 12 kurang saya check out dari hotel dan pergi menunggu bis di market square. Bis datang, saya naik dan meluncurlah saya ke airport. Check in cepat karena sepi, dan saya nunggu sekitar 1 jam lebih sebelum take off ke Helsinki. Di Helsinki, saya harus nunggu 4 jam dan saya pakai untuk istirahat, makan. Malam jam 7.30an waktu Helsinki kami boarding dan lalu terbang ke Bangkok dengan Finnair.

Di Airport Helsinki

Di Airport Helsinki

Tiba di bangkok sekitar jam 9an. Saya konfirmasi penerbangan ke Sydney, walau sudah check in dari Turku. Waktu tunggu 6 jam-an saya pakai keliling airport Bangkok. Lihat barang-barang dan beli oleh-oleh yang murah meriah. Jam 4an sore saya ke gate dan jam 6 kami boarding. Harusnya kami gunakan Qantas tapi kok malah jadi British Airways. Namun, baik juga biar punya pengalaman naik BA, air carrier milik Inggris yang menjadi salah satu studi kasus di literature International Management (Bartlett and Ghoshal). Cukup menyenangkan, apalagi pilotnya sangat komunikatif. Perjalanan lancar dan tiba di Sydney jam 7 pagi.

Di Airport Bangkok

Di Airport Bangkok

Saya lalu cepat-cepat keluar airport. Sialnya, kue pisang yang dibeli dari Bangkok disita petuas pabean. Walah, mau bilang apa. Lalu, saya ambil kereta dari airport menuju Chatswood, tapi tukar di Central station. Hanya, sempat jalur kereta distop karena ada kecelakaan di Harbour Bridge, cukup mengenaskan karena waktu lewat situ, sebuah sedan penyok tidak karuan nabrak truck. Dari Chatswood saya ambil bis dan tiba di rumah sekitar jam 10 pagi, ketemu Nelsy. Nike sudah ke sekolah karena itu adalah hari senin.

Selamat tiba di rumah. Menyenangkan perjalanannya. Menyenangkan pula konferensinya. Banyak masukan diperoleh. Persahabatan baru dibangun. Sukses!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: