Posted by: nsrupidara | October 23, 2008

Melewati Presentasi Protokol Riset dan Evaluasi 6 Bulan

30 September yang lalu saya memasuki satu fase penting pertama dalam program PhD di Macquarie. Enam bulan sudah saya menjalani program ini. Setiap mahasiswa riset (higher degree research student) perlu dievaluasi apa perkembangan dan capaian selama masa itu. Dan, di Divisi kami (Economics and Financial Studies), setiap mahasiswa PhD harus menyajikan Protokol Risetnya.

Sebuah protokol riset di EFS dapat mengambil bentuk sebuah proposal penelitian, sebuah hasil literature review, atau sebuah artikel yang telah dipublikasi atau submitted ke jurnal. Nah, saya sendiri memiliki ketiga-tiganya. Proposal riset saya yang telah saya serahkan pada saat admisi yang saya buat tahun 2006 saat visit Macquarie sebagai seorang visiting scholar berbendera United Board (for Christian Higher Education) atau UB fellow adalah sebuah proposal yang cukup lengkap. Setelah menjalani program PhD, saya tidak lagi berkutat menyiapkan proposal, tetapi justru menajamkan ide dan mengerucutkannya menjadi sub-projects untuk mendasari papers yang akan saya hasilkan selama program PhD ini. Dari situlah satu paper telah saya hasilkan dan presentasi di HRM Global 2008 Conference di Turku, Finlandia. Dan, untuk keperluan itu, maka literature review adalah pekerjaan harian saya. Baca dan menganalisis perkembangan pengetahuan di bidang yang saya sedang gumuli, strategic international HRM, dengan fokus pada pembentukan sistem HRM di subsidiari perusahaan multinasional. Namun, saya tidak membuat lagi secara khusus satu bentuk tulisan literature review. Karena itu, tadinya saya cuma mau serahkan paper konferensi saya. Namun, kalau cuma itu, maka audience yang adalah komite penilai akan kehilangan big picture projek penelitian saya, kecuali pembimbing2 saya tentu saja yang terus saya update perkembangan saya. Karena itu, saya pilih kombinasikan ketiganya dalam 2 bagian terpisah dalam satu kesatuan Protokol Riset.

Bagian pertama Protokol Riset saya adalah hasil literature review dan ditambah dengan komponen lain yang menjadi bagian proposal, yakni rumusan masalah dan persoalan penelitian, serta metodologi risetnya. Juga, termuat di situ adalah timelines dan anggaran projek. Bagian kedua adalah paper konferensi. Namun, melengkapi itu, saya juga menyertakan, beberapa results yang saya capai dalam 6 bulan serta rencana publikasi selama menempuh program PhD. Jadi, purna sudah karya saya ini he he he. Dalam 6 bulan saya mampu menggarap sejumlah hal dan itu hanya bisa terjadi karena bimbingan Sang Pencipta.

Padatnya bahan berhadapan dengan terbatasnya waktu membuat manajemen presentasi menjadi isu sulit. Setahu saya, saya presentasi melampaui waktu. Namun, ketua komite penilai merasa fine-fine saja dan presentasi saya secara general dinilai sangat baik, walau saya tahu beberapa kepleset dan hang saat mencari istilah yang tepat untuk menyampaikan gagasan di kepala. Maklum, saya bukan tipe atau kurang suka membaca dari teks untuk presentasi beginian. Dulu, saya masih suka baca teks kalau berkhotbah di gereja, waktu masih menjadi majelis jemaat. Takut salah dan mengganggu kekhusukan ibadah. Tapi, itupun pelan-pelan saya modifikasi dengan jalan pegang teks tetapi berimprovisasi. Tapi, kalau presentasi seminar atau ngajar sudah kebiasaan berimprovisasi dari teks dasar di slides presentasi. Jadi, kalau kepleset-kepleset atau hang dengan bahasa Inggris, maklumlah.

Saya senang, bahwa komentar pertama yang keluar dari mulut ketua komite adalah sangat positif. Apa yang saya presentasikan menunjukkan saya bekerja di rel yang benar. Model penelitian saya juga dianggapnya very nice and clear. Happy deh! Namun, kritik tetap saja ada. Ia menyoal logical structure dan coherence menjadi hal yang perlu saya perkuat ketika nanti menulis papers dan menyatukannya menjadi satu tesis. Saya memahami dan mengamininya. Itu soal penting dalam karya ilmiah yang utuh. Karena itu, pikiran saya langsung mencari cara bagaimana mentautkan satu demi satu artikel yang akan saya hasilkan dalam satu rangkaian ide yang mengalir sekaligus utuh sebagai a piece of writing, bukan papers yang separated. Hal terakhir memang mudah terjadi pada model thesis by publication. Namun, saya berharap bisa saya atasi karena paling tidak saya telah dipandu oleh proposal yang cukup elaboratif dan terus dipertajam idenya dan yang kini bermuara pada model penelitian saya itu. Mudah-mudahan bisa, itu pikiran saya. Belakangan, saya dan pembimbing kembali menemui beliau dan mendiskusikan masukan2nya menyangkut hal itu dan saya semakin yakin bahwa saya bisa. Tapi, semoga Tuhan membimbing dan memberkati sehingga benar-benar bisa dan terjadi demikian.

Paling tidak, lepas sudah beban 6 bulan pertama. Satu paper konferensi, 1 abstrak diterima untuk konferensi tahun depan, memasukkan aplikasi etika riset, 1 abstrak dalam proses, pembangunan relasi dengan key thinkers di area of interests, dan yang tidak terungkap adalah bahwa konfirmasi demi konfirmasi terhadap ide-ide yang menggawangi riset saya terus terjadi. Literature demi literature terus membuka jalan ke arah yang makin jelas dan itu mencerahkan. Mudah2an perjalanan ini lancar dan menyenangka, serta menghasilkan sesuatu yang sangat bermakna. Itulah harapan. Semoga itu pulalah kenyataannya. Tuhan memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: