Posted by: nsrupidara | June 24, 2008

Tentang Industrial Relations

Tulisan singkat di bawah adalah sebuah posting ke milis Diskusi HRD . Posting ini dilatari oleh sebuah diskusi alot di milis tersebut seputar keberadaan dan peran serikat buruh dalam perusahaan. Penulis berupaya meyakinkan para miliser bahwa eksistensi serikat buruh adalah keniscayaan sejarah dan tidak dapat dilawan karena bersifat natural dalam relasi industrial, bahkan telah menjadi ekspresi kepentingan yang sangat kental, sehingga di posisi ekstrimnya telah menjadi bagian dari ideologi perjuangan kelas. Sayang, sebagian miliser yang ‘buta’ sejarah dan perkembangan industrial relations sebagai sebuah bidang eksplorasi ilmu agak “tegar tengkuk”.

 

Dear rekans,

Dalam bagian Introduction untuk buku yang ditulisnya bagi Asosiasi Hubungan Industrial Internasional (IIRA) (diterbitkan ILO dengan judul The global evolution of industrial relations: events, ideas, and the IIRA), Prof. Bruce Kaufman (2004, pp.1-2) menulis:

 “In its negative aspect, industrial relations was a reaction against the waste, human suffering and social injustice associated with unrestrained profit making and employer power in nineteenth- and early twentieth-century capitalism… these evils led to deplorable conditions and many hardship for a large bulk of the workforce, precipitating considerable political agitation, mounting class conflict between capital and labour, and a rising tide of labour strikes and protest. Out of these tensions and conditions grew a number of revolutionary and reform movements, with the more radical groups dedicated to the overthrow of capitalism and the wage system, while the more moderate ones sought to work within capitalism but soften and humanize its rough edges.”

 “In its positive aspect, industrial relations arose from a conviction that the conditions of work and the relations between bosses and bossed could be improved progressively through a combination of scientific discovery, education, legal reform, institutional building, and appeal to a higher sense of ethics and social responsibility. Key work-related objectives shared by early participants in the field were closer cooperation and harmony between employers and workers; more secure, stable and plentiful jobs; a better balance of bargaining power between company and employee and improved wages, hours and conditions of employment; and provision of basice democratic rights and processes in workforce governance.”

Sebagai sebuah bidang ilmu dan praktik, Industrial Relations (IR) lahir didorong oleh berbagai peristiwa dan ide di seputar muncul dan berkembangnya ekonomi industri dan kepemerintahan yang demokratis di negara2 maju/barat.

Bruce Kaufman adalah profesor ekonomi di Georgia State University di Atlanta, USA. Ia adalah ahli dalam bidang ekonomi ketenagakerjaan, hubungan industrial, dan manajemen sumber daya manusia. Bruce adalah seorang pembicara yang sangat menawan karena selalu berupaya berinteraksi dengan audiencenya dan terutama ia datang dengan temuan dan pemikirannya yang tajam dan menstimulasi pemikiran audience. Buku yang ditulisnya ini adalah salah satu buku terbaik di bidang IR.

Kutipan ini sengaja disampaikan kepada rekans untuk menjadi referensi yang memberdayakan relasi yang lebih sehat antara pekerja dan pengusaha/manajemen.

neil

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: